RAPID
Seiring
dengan berkembangnya teknologi hampir diseluruh dunia, masyarakatpun semakin
mudah mengembangkan ilmu pengetahuan. Bioinformatika adalah disiplin ilmu yang
menerapkan teknik komputasi untuk memecahkan masalah keilmuan seperti kimia,
farmasi, biologi , kedokteran dan lain lain. Salah satu pemanfaatan teknologi
adalah pengaplikasian desain kandidat molekul obat (drug design) dengan metode RAPID (Randomized Pharmacophore Identification
for drug Design) (Syahputra, 2015).
FARMAKOFOR
Farmakofor
menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan terjadinya interaksi molekuler optimal
dengan struktur target
biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat
respon biologis (Mannhold, et al. 2006).
Fitur farmakofor dibuat dengan mempertimbangkan model
PLIF (Protein Ligand Interaction Features).Sidik jari interaksi protein
dengan ligan dibuat dengan menggunakan
4 struktur protein yang diunduh dari situs
RSCB PDB. Seluruh struktur kemudian dibuka pada
Jendela MOE dan disejajarkan sehingga rantai yang memiliki struktur yang sama yang akan bergerak bersama-sama sebagai satu unit. Dengan
cara ini kompleks protein-ligan dapat
disejajarkan. File kemudian
disimpan sebagai database dan dilakukan analisis
PLIF.
TUJUAN FARMAKOFOR
untuk
menjelaskan struktur 3D kandidat obat menggunakan
senyawa turunannya yang penting
untuk pengikatan dengan reseptor dengan menghasilkan
farmakofor dan untuk mengukur fitur yang
penting untuk aktivitas biologis
dengan melihat residu
asam amino yang berperan
pada pengikatan. Untuk penyusunan farmakofor
menggunakan Pharmacophore Query Editor
dan Protein-Ligand Interaction Fingerprint pada Program MOE. Farmakofor hipotetik yang dihasilkan juga akan menjelaskan pengikatan ligan dalam situs pengikatan atau katalitik
dari reseptor.
Fitur farmakofor ditentukan melalui tiga tahapan yaitu :
1. membuat database konformasi dengan menggunakan satu set senyawa yang telah dioptimasi.2. membuatQuery pharmacophore dengan memilih titik anotasi berdasarkan pengikatan ligan protein yang hasil analisis PLIF,
3. kemudian penyempurnaan struktur Query yang dapat hit dengan konformasi senyawa senyawa aktif.
Pola
query farmakofor dibuat secara komputasi dari model struktur tiga-dimensi (3D) molekul
penuntun yaitu senyawa
43. Pola ini didasarkan pada model fisik dan mekanisme pengikatan, sehingga sensitif terhadap perubahan konformasi. Hasil yang lebih
baik dapat diperoleh bila didukung oleh data
kristal atau NMR structural
(Xu and Hagler, 2002).
Contoh fitur farmakofor :
berikut hasil penelitian Tjahjono dan
Hamzah (2013), fitur farmakofor Senyawa
Turunan Pirazolo-[3,4-d]-pirimidin sebagai Inhibitor
Mer Tirosin Kinase:
DAFTAR PUSTAKA
Mannhold,R., Kubinyi,H., Folkers,G. 2006. Pharmacophore and Pharmacophore
Searches. Wiley –VCH,
Weinheim. Vol :3.
Syahputra,G.
2015. Peran Bioinformatika Dalam Desain Kandidat Molekul Obat. Jurnal BioTrends.
Vol :1 (1).
Tjahjono,D.H dan Hamzah,N.2013. Studi
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas, Fitur Farmakofor, dan Docking
Molekuler Senyawa Turunan Pirazolo-[3,4-d]-pirimidin sebagai Inhibitor Mer Tirosin Kinase. Jurnal Acta pharmaceutica Indonesia. Vol :18 (1).
Xu,J dan Hagler A. 2002.Chemoinformatics and Drug Discovery. Molecules Journal . Vol : 756.
PERTANYAAN :
1. Apakah fitur farmakofor harus diterapkan
pada semua obat?
2. Apakah langkah pertama yang harus
dilakukan dalam merancang obat baru?
3. Bagaimanakah metode dalam farmakofor?
4. Bagaimana konsep farmakofor?
4. Bagaimana konsep farmakofor?
Jawaban no 1 kak, menurut saya fitur farmakofor perlu diterapkan pada semua obat karena ini berkaitan dengan respon biologis obat yang berikatan dengan reseptor kak😉.
BalasHapusThank's
Saya ingin menambahkan, farmakofor memang sangat penting dalam desain obat karena dengan mengetahui farmakofor maka kita bisa mengatahui bagian aktif dari suatu obat yang akan berikatan dengan reseptor.
HapusYap, terimakasih puti isnaini dan kak sri susilawati atas tanggapannya.
HapusWaw... Keren sekali artikelnya dan menarik untuk di baca.. Saya juga tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 2...
BalasHapuslangkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang obat baru adalah mencari senyawa penuntun (lead compound).
Baik terimakasih jawabannya roza efdanika.. sangat membantu 🙂
HapusWow bermanfaat sekali postingan nya..ilmu farmasi ternyata sangat kompleks ya... Berkat blog ini saya jadi tau kalo farmasi itu sangat detail ...
BalasHapusSemoga penulis senantiasa diberikan kesempatan, keselamatan dan kesehatan agar bisa membuat lebih banyak lagi postingan yg bermanfaat seperti ini..
oke terimakasih kak andri..
HapusSangat bermanfaat, mantap ini baru mahasiswa yang aktif dan bermutu ...
BalasHapusBaik, terimakasih kak saiko sandra
HapusSaya ingin bertanya, berkaitan dengan jawaban roza efdanika, bahwa langkah pertama untuk merancang obat adalah menentukan lead compound. Tolong jelaskan apa itu lead compound?
BalasHapusBaik saya akan mencoba menjawab pertanyaan kak saiko, lead compoud (senyawa penuntun) adalah senyawa yang digunakan sebagai pangkal tolak modifikasi molekul. Senyawa penuntun adalah senyawa yang dapat menimbulkan aktivitas biologis, seperti aksi terapeutik, aksi toksik, regulasi fisiologis, hormon, dan feromon, serta senyawa yang terlibat atau berpengaruh terhadap proses biokimia dan patologi pada hewan atau tumbuh-tumbuhan.
HapusSemoga membantu..
terimakasih telah berkunjung
HapusFitur farmakofor dibuat dengan mempertimbangkan model PLIF (Protein Ligand Interaction Features)..bisakah dijelaskan maksud PLIF itu ?
BalasHapusSaya akan membantu menjawab pertanyaan saudara andri, PLIF (protein ligand interaction features) adalah sebuah analisis pada Program MOE (Molecular Operating Environment) yang menyediakan cara yang lebih cepat untuk menghasilkan sidik jari yang dapat digunakan untuk model pengikatan ligan dan protein dalam penentuan farmakofor
Hapusterimakasih fitri
HapusBagaimana bang?
HapusPostinganya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang farmakofor.. Terima kasih kak informasinya. 🙏
BalasHapusBaik, sama sama.. terimakasih telah berkunjung ke blog saya 🙏🏻
HapusDalam penentuan farmakofor, perangkat sejenis apakah yang dapat digunakan ? Apakah bisa menggunakan komputer pada umumnya? Atau ada alat khusus lainnya? Terimakasih
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan akun dunia pendidikan (hefiza ifdoleni) , berdasarkan jurnal penelitian Tjahjono dan Hamzah (2013) dalam studi farmakofornya, dapat diketahui bahwa, dalam penentuan farmakofor dapat menggunakan perangkat keras komputer pada umumnya, sedangkan untuk perangkat lunaknya menggunakanMolecular Operating Environment (MOE )
HapusTerimakasih jawabannya . Berarti dapat saya simpulkan bahwa alat yang digunakan untuk penentuan farmakofor adalah perangkat komputer pada umumnya, yang dilengkapi dengan perangkat lunak program MOE.?
HapusYa, benar sekali 😊 Sekedar informasi untuk akses program MOE , khusus untuk penelitian akademika biasanya gratis. 😊
HapusApakah semua obat bisa ditentukan Farmakofor nya ? Terimakasih...
BalasHapusTerimakasih pertanyaannya, akan saya coba jawab. Semua obat memiliki aktivitas farmakofor sebagai akibat adanya antaraksi stereoelektronik dengan suatu reseptor. Makromolekul reseptor mengenali susunan gugus fungsi tertentu dalam ruang trimatra serta kerapatan elektronnya. Sehingga dengan demikian semua obat bisa ditentukan farmakofornya.. semoga membantu
HapusAssalamualaikum hay Hefiza
BalasHapusSaya coba jawab soal nomor 4 yaa
Menurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..
Halo, disini saya akan menambahkan Farmakofor menggunakan konsep bioisoterisme dengan tidak hanya membandingkan kemiripan topologi tapi juga gugus struktur pada daerah yang sama dengan fungsi kimia yang sama. Sangat penting untuk fokus pada feature farmakofor karena sifat molekul topologi sering membingungkan pada superposisi dari dua molekul dengan respek pada mode pengikatannya. Untuk dua ligan yang ditampilkan overlay topologi akan menghasilkan prediksi yang salah pada metode pengikatan. Jika feature farmakofor diperhitungkan untuk superimposisi mode overlay yang benar dapat disimpulkan. Farmakofor yang berdasarkan superimposisi yang sama pada mode pengikatan diamatai pada struktur Kristal methotreksat dan dihidrofolat dengan dihidrofolatreduktase
HapusOke terimakasih eugenia dan dyah...
Hapushello. selamat sore,yang saya ingin minta penjelasan tentang bagaimana fungsi farmakofor secara jelas?.
BalasHapusmohon penjelasanya, terima kasih
Hy hefiza , disini saya akan membatu menjawab pertanyaan dari saudari yesi, fungsi dari farmakofor adalah :
Hapus- mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
- mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
- mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
- untuk merancang/design obat
- untuk menemukan suatu obat baru
Terimakasih sudah membantu ovi
Hapusterima kasih atas jawabannya. ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya
HapusAssalamu'alaikum fiza,
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara yesi ,fungsi farmakope untuk dapat menentukan senyawa baru dan dapat memodifikasi senyawa yang akan menghasilkan senyawa barudan dapat dengan mudah senyawa tersebut diidentifikasi
terimakasih
HapusSaya coba jawab soal nomor 4 yaa
BalasHapusMenurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..
terimakasih anggun...
Hapushalo saya akan mencoba menjawab soal nomor satu.. fitur farmakopor harus diterapkan dalam mendisign obat. tujuannya agar mendapatkan efek terapi yang lebih efektive, meminimalisir efek samping dan toksisitas, dan agar obat dapat mecapat site target dengan tepat
BalasHapusbaik terimakasih ike
Hapussaya akan menjawab pertanyaan nomor 3 ya. Ada beberapa metode yang digunakan dalam studi farmakofor, yaitu Pengubah sesuaian struktur dan Perubahan fisikokimia seperti peragaman isoterik dan peragaman konformasi.
BalasHapusHalo hefiza saya akan menambahkan penjelasan dari saudari putri, ada beberapa metode dalam farmakofor, yakni,
Hapus1. Pengubah-suaian struktur yang klasik sejak dini merupakan yang utama pada sintesis obat. Seperti ditekankan terdahulu pada beberapa butir bahasan, pengubahan struktur menurut istilah kimia organik hanyalah merupakan lambang untuk pengubahan sifat fisikokimia berbagai struktur.
2. Perubahan fisikokimia
Perubahan sifat fisikokimia pada suatu deret obat tentu saja terjadi sebagai akibat pengubah-suaian struktur: sudut pandangan kitalah yang berubah. Agak sukar mengubah hanya satu parameter dengan suatu pengubah-suaian struktur tertentu yang mungkin dikecualikan adalah kelipofilan, karena kelipofilan meningkat dengan penambahan gugus hidrokarbon lembam.
terimakasih nurasela dan putr..
HapusAlhamdulillah postingan dari kak fiza sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya yang sebelumnya tidak mengetahui apa itu farmakofor. Saya ingin bertanya : fitur farmakofor ditentukan melalui tiga tahapan. Salah satunya penyempurnaan struktur query yang dapat di hit dengan konformasi senyawa-senyawa aktif. Bisakah kakak jelaskan lebih detail proses penyempurnaan struktur query tersebut?? Terimakasih :)
BalasHapusSelamat pagi kiki, terimakasih telah berkunjung ke blog saya, baik saya akan mencoba menjelaskan mengenai query farmakofor, pola query farmakofor adalah sebuah pola farmakofor yang dibuat secara komputasi dari model struktur tiga-dimensi (3D) molekul penuntun yaitu senyawa 43. Pola ini didasarkan pada model fisik dan mekanisme pengikatan, sehingga sensitif terhadap perubahan konformasi, pola farmakofor yang dihasilkan pada tahap query masih agak sulit dibaca dan tatanannya sedikit rancu, dengan demikian dilakukanlah penyempurnaan pola farmakofor query ini dengan penyelarasan pola. Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada gambar 3 (tampak pola farmakofor query) kemudian setelah disempurnakan dapat dilihat di gambar 4 (tampak bahwa pola menjadi lebih selaras dan teratur) semoga membantu
HapusBermanfaat sekali informasinya kak. Saya ingin bertanya, apakah setiap orang bisa memproyeksikan fitur farmakofor? Terima kasih.
BalasHapusTerimakasih nisa.. menurut saya, tidak semua orang bisa menentukan farmakofor. Karena untuk memproyeksikan program MOE perlu adanya pengetahun mengenai kromofor dan struktur kimia.. semoga membantu
HapusArtikel yang sangat menarik dan membantu saya menambah wawasan mengenai farmakofor
BalasHapusBaik.. terimakasih telah membaca artikel saya 😊
HapusHii fiza terimakasih sudah menulis dsni sya ingin bertanya Gugus apakah yang bertanggung jawab dalam pengikatan obat dengan reseptor?
BalasHapusbaik, saya akan menjawab pertanyaan saudai bella, Gugus haptoforik adalah gugus yang membantu ikatan obat reseptor
HapusHallo Hefiza saya sedikit ingin bertanya.Seberapa pentingkah penemuan dan pengembangan obat baru?
BalasHapusBismillahhirrohmanirrohim.
HapusSaya akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudari aurora, Penemuan dan pengembangan obat memiliki pengaruh yang penting dalam perawatan kesehatan masyarakat sebagai kebutuhan akan obat baru yang lebih efektif. Melalui generasi perkembangan dan perbaikan, komputer menjadi komponen yang penting dalam kehidupan modern. Teknologi canggih mempercepat perkembangan baru di berbagai disiplin ilmu ilmiah.
Sekian. Terimakasih
ya saya setuju dengan pendapat saudari ike, memang penemuan dan pengembangan obat baru sangat penting demi didapatkannya zat aktif dengan efektifitas yang baik, toksisitas yang rendah dan efek samping yang seminimal mungkin. Selain itu penemuan obat baru juga penting untuk memenuhi kebutuhan pengobatan penyakit penyakit baru yang belum ada obatnya.
Hapusterimakasih teman teman
Hapusterimakasih dian suryani
HapusHai hefiza..
BalasHapusPostingan kamu bermanfaat banget loh saya jadi tau tentabg metode yang lebih cepat untuk mengidentifikasi senyawa dan yang dapat berikatan dg reseptor
Semoga ilmunya bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya 😊
Hapushalo hefiza, postingan kamu sangat membantu yaa..
BalasHapusoh iyaa, sebenarnya kelebihan dari metode RAPID itu apa ya?
Terimakasih ervidian, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yanh lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
HapusHai Fiza tulisan nya sama bermanfaat. Mau nanya dong apakah farmakopor dari bahan alam sama dengan lead compound nya?
BalasHapusYa karina, sama ,yg penting dari bahan alam dimurnikan dulu, setelah diperoleh lead compound nya baru tahap selanjutnya sama seperti identifikasi farmakopor lainnya
HapusHay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih saya ingin bertanya apa kelebihan dari metode rapid?
BalasHapusTerimakasih telah membaca artikel saya lexsa, baik saya akan menjawab pertanyaannya, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yang lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
Hapusartikelnya sangat bermanfaat sekali, saya sebagai pembaca suka dg artikel ini :)
BalasHapusterimakasih telah berkunjung...
HapusHaii hefiza, terimaksih ya telah memamparkan artikel tenyang RAPIDnya, karna membatu saya dalam menyelesaikan tgs kuliah.,
BalasHapusKalau boleh tau dri yg telah fiza paparkan, bagaimana sih kelebihan dan kerugian dri metode RAPID ini?
Terimakasih, tolong di bantu jawab yaa:))
Hy mega, terimakasih telah membaca artikel saya. Untuk pertanyaannya saya rasa hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya dari saudari lexsa. Tapi akan saya paparkan ulang jawabannya, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yang lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
Hapusno 2
BalasHapus1. Mencari senyawa penuntun (lead compound)
2. Manipulasi molekul (modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3.Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara strktur-aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7.Evaluasi Klinik
Terimakasih ink sangat membantu saya
HapusHai hefiza, saya ingin bertanya apakah ada metode lain untuk mendesain obat baru?
BalasHapusada seperti docking dan HKSA..
Hapusbagaiamana menurut saudara
Hapushay hefiza, artikel anda menarik sekali
BalasHapussya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2
yang harus dilakukan pertama kali sebelum merancang obat baru adalah mengetahui terlebih dulu apakah sifat2 molekul tersebut dapat dirubah menjadi obat. karna tidak semua molekul dapat dirubah menjadi obat.
terimakasih
terimakasih sindy
Hapusya sindy disini saya rasa juga demikian, yakni tidak semua farmakofor dapat dijadikan sebagai obat baru..
HapusHay heviza,,artikel nya sngat bermanfaat sekli,pemaparannya sngat mudah dimengerti
BalasHapusterimakasih
HapusSaya coba jawab soal nomor 4 yaa
BalasHapusMenurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik
terimakaasih telahmambantu menjawab pertanyaan saya
HapusBaiklh saya menambahkan jawabn yaitu, farmakofor memanglh sangat penting dalam desain obat karena dengan itu kita dapat juga mengetahui farmakofor maka kita bisa juga akan mengetahui bagian2
BalasHapusyng aktif dari suatu obat yang akan berikatan dengan reseptor-reseptor.
terimakasih kak roly
Hapushy hefiza saya telah membaca artikelny.. setelah saya baca ternyata perancangan obat sedetail itu ya.. tidak sesimpel yang saya kira.. terimakasih telah menambah wawasan saya ☺
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHallo Hefiza.
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat.
Terimakasih.
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusTerimakasih. Artikel nya sangat bermanfaat,dan sangat mudah di mengerti
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusWah keren
BalasHapusSangat membantu bagi kami mahasiswa semester awal dalam mengenal ilmu farmasi 😊
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusWah, artikelnya sangat bermanfaat kak 👍😘
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusArtikelnya sangas mudam dimengerti 👍
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy hefiza, terimakasih, artikelnya menambah wawasan saya tentang desain obat baru.
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusArtikelnya sangat bermanfaat kak👍
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy kak, artikel kaka menambah pengetahuan saya mengenai perancangan obat. Sangat bermanfaat bagi saya selaku mahasiswa farmasi.. terimakasih ☺
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHay kakak, artikelnya bagus sekali dan sangat bermanfaat.terimakasih kak😊
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusArtikel ini sangat membantu banget, terutama bagi kita anak farmasi, tapi disini ada hal yang belum saya pahami, bisa gaa kk dijelaskan kembali secara singkat tentang konsep farmakofor? Terimakasih
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda.
HapusWah bermanfaat sekali artikelnya kak, sangat membantu saya sebagai mahasiswa. Terima kasih
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
Hapusartikelnya sangat bermanfaat sekali kakak dan menambah pengetahuan saya tentang FARMAKOFOR,terimakasih :D
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusArtikelnya sangat bagus dan bermanfaat sekali kak 😊
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy hefiza, dari artikelnya dapat saya fahami bahwa ternyata dalam perancangan obat juga ada peran sistem komputerisasi ya.. saya selaku mahasiswa sistem informasi disini sangat tertarik dengan materi ini. Menambah wawasan saya. Terimakasih
BalasHapusyap benar sekali tiwi, dengan sistem komputerisasi, kegiatan merancang desain obat dapat dipermudah..
HapusArtikel nya sangat bermanfaat sekali kak, terutama bagi anak farmasi, terimakasih ��
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHay kak hefiza....ini sangat membantu dan ini sangat mudah dipahami terimakasih...
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHalo fizah. . .
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat lo dan mudah dimengerti. Terimakasih ya.
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusIni sangat bermanfaat sekali terimakasih hefiza
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusSangat bermanfaat informasinya, lanjutkan dan terima kasih.
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusTerima kasih, blog ini sangat bermanfaat buat saya
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusTrimakasih,, menjawab pertanyaan nomor 2...
BalasHapuslangkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang obat baru adalah mencari senyawa penuntun (lead compound).
terimakasih jawabannya ade..
HapusHai hefiza!!!
BalasHapusArtikelnya sangat bagus dan sangat bermanfaat serta mudah untuk dipahami.
Ditunggu artikel berikutnya
Giant_77
oke insyaallah akan menyusul artikel saya yang lainnya terimakasihtelah berkunjung senang berbagi dengan anda
HapusBagus sangat bermanfaat sekali postingan nya.... Berkat blog ini saya jadi tau kalau farmasi itu sangat detail dan sangat berguna ...
BalasHapusSemoga penulis senantiasa diberikan kesempatan, keselamatan dan kesehatan agar bisa membuat lebih banyak lagi postingan yg bermanfaat....
Aamiin....
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusTerima kasih atas artikelmya kk, sangat bermamfaat 😊
BalasHapus-amel
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusWow amazing,, artikel yg benar² membuka pikiran saya, sumpah beneran, gk rugi baca ni artikel
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy fiza...
BalasHapusWah. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy fiza...
BalasHapusWah. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza
terimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHalo hefiza, artikel yang anda buat sangat bermanfaat sekali. Terima kasih
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy fiza...Wow.sangat bermanfaat sekali artikel ini fiza. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza.
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusHy fiza...Wow.sangat bermanfaat sekali artikel ini fiza. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza.
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusWoww kerren kali ni kk.. sangat bermanfaat kali artikelnya.. Terima kasih kk fiza
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusArtikel yang sangat bermanfaat, semoga penulis senantiasa diberi kemudahan untuk membuat artikel² positif dan bermanfaat lainnya
BalasHapusterimakasih, senang berbagi dengan anda
HapusWahh, artikelnya sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan baru. .terimakasih dan semangat terus fiza untuk selalu memberikan informasi2 yang bermanfaat
BalasHapusterimakasih, senang berbagi ilmu dengan anda
HapusArtikel yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya jadi tau mengenai farmasi lebih lanjut
terimakasih telah berbagi ilmu nya melalui blog ini, sngt membantu sy dlm menyelesaikan tugas, smg blog nya makin ramai dengan postingan yg bermanfaat. aminn
BalasHapusterimakasih senang membantu
HapusSukses selalu.tulisan yg bermanfaat utk referensi mendalami farmasi.
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusSaya coba jawab soal nomor 4 yaa
BalasHapusMenurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..
terimakasih halimah
HapusTerimakasih telah berbagi ilmunya fiza, ini sangat bermanfaat..
BalasHapusterimakasih kembali telah berkunjung..
HapusHallo kakak. Saya sangat tertarik dengan perancangan obat baru. Artikel ini telah memberi saya pengetahuan tentang perancangan obat baru. Terimakasih
BalasHapusterimakasih senang berbagi
HapusHi kak Hefiza.
BalasHapusrtikelnya sangat bermanfaat. Terimakasih
terimakasih
HapusGd luck y hefiza
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusTerimakasih kak hafiza atas ilmunya. Semoga dapat menjadi referensi unt selanjutnya. Dan semoga bermanfaat bagi khalayak umum.
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusHi kakak. Saya tertarik dengan artikel ini. Karena disini saya bisa mendapatkan pengetahuan tentang struktur 3D kandidat obat. Terima kasih
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusHalo hefiza saya akan menambahkan penjelasan dari saudari putri, ada beberapa metode dalam farmakofor, yakni,
BalasHapus1. Pengubah-suaian struktur yang klasik sejak dini merupakan yang utama pada sintesis obat. Seperti ditekankan terdahulu pada beberapa butir bahasan, pengubahan struktur menurut istilah kimia organik hanyalah merupakan lambang untuk pengubahan sifat fisikokimia berbagai struktur.
2. Perubahan fisikokimia
Perubahan sifat fisikokimia pada suatu deret obat tentu saja terjadi sebagai akibat pengubah-suaian struktur: sudut pandangan kitalah yang berubah. Agak sukar mengubah hanya satu parameter dengan suatu pengubah-suaian struktur tertentu yang mungkin dikecualikan adalah kelipofilan, karena kelipofilan meningkat dengan penambahan gugus hidrokarbon lembam.
Terimakasih kak atas sharing ilmunya 😬😊
HapusHello kak hefiza. Thanks for the article. Semoga bermanfaat buat yg membaca kak yaa. Gd luck😄
BalasHapusSama sama terimakasih telah berkunjung
Hapus