Jumat, 23 November 2018

FARMAKOFOR



RAPID

       Seiring dengan berkembangnya teknologi hampir diseluruh dunia, masyarakatpun semakin mudah mengembangkan ilmu pengetahuan. Bioinformatika adalah disiplin ilmu yang menerapkan teknik komputasi untuk memecahkan masalah keilmuan seperti kimia, farmasi, biologi , kedokteran dan lain lain. Salah satu pemanfaatan teknologi adalah pengaplikasian desain kandidat molekul obat (drug design) dengan metode RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for drug Design) (Syahputra, 2015).

FARMAKOFOR

Farmakofor menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan terjadinya interaksi molekuler optimal dengan struktur target biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat respon biologis (Mannhold, et al. 2006).

Fitur farmakofor dibuat dengan mempertimbangkan model PLIF (Protein Ligand Interaction Features).Sidik jari interaksi protein dengan ligan dibuat dengan menggunakan 4 struktur protein yang diunduh dari situs RSCB PDB. Seluruh struktur kemudian dibuka pada Jendela MOE dan disejajarkan sehingga rantai yang memiliki struktur yang sama yang akan bergerak bersama-sama sebagai satu unit. Dengan cara ini kompleks protein-ligan dapat disejajarkan. File kemudian disimpan sebagai database dan dilakukan analisis PLIF.

TUJUAN FARMAKOFOR

untuk menjelaskan struktur 3D kandidat obat menggunakan senyawa turunannya yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dengan menghasilkan farmakofor dan untuk mengukur fitur yang penting untuk aktivitas biologis dengan melihat residu asam amino yang berperan pada pengikatan. Untuk penyusunan farmakofor menggunakan Pharmacophore Query Editor dan Protein-Ligand Interaction Fingerprint pada Program MOE. Farmakofor hipotetik yang dihasilkan juga akan menjelaskan pengikatan ligan dalam situs pengikatan atau katalitik dari reseptor.


Fitur farmakofor ditentukan melalui tiga tahapan yaitu :  

1. membuat database konformasi dengan menggunakan satu set senyawa yang telah dioptimasi.
2. membuatQuery pharmacophore dengan memilih titik anotasi berdasarkan pengikatan ligan protein yang hasil analisis PLIF, 
3.  kemudian penyempurnaan struktur Query yang dapat hit dengan konformasi senyawa senyawa aktif.

Pola query farmakofor dibuat secara komputasi dari model struktur tiga-dimensi (3D) molekul penuntun yaitu senyawa 43. Pola ini didasarkan pada model fisik dan mekanisme pengikatan, sehingga sensitif terhadap perubahan konformasi. Hasil yang lebih baik dapat diperoleh bila didukung oleh data kristal atau NMR structural (Xu and Hagler, 2002).

Contoh fitur farmakofor :

berikut hasil penelitian Tjahjono dan Hamzah (2013), fitur farmakofor Senyawa Turunan Pirazolo-[3,4-d]-pirimidin sebagai Inhibitor Mer Tirosin Kinase:



DAFTAR PUSTAKA
Mannhold,R., Kubinyi,H., Folkers,G. 2006. Pharmacophore and Pharmacophore Searches. Wiley –VCH, Weinheim. Vol :3.

Syahputra,G. 2015. Peran Bioinformatika Dalam Desain Kandidat Molekul Obat. Jurnal BioTrends. Vol :1 (1).

Tjahjono,D.H dan Hamzah,N.2013. Studi Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas, Fitur Farmakofor, dan  Docking Molekuler Senyawa Turunan Pirazolo-[3,4-d]-pirimidin sebagai Inhibitor Mer Tirosin Kinase. Jurnal Acta pharmaceutica Indonesia. Vol :18 (1).

Xu,J dan Hagler A. 2002.Chemoinformatics and Drug Discovery. Molecules Journal . Vol : 756.


PERTANYAAN :
1.      Apakah fitur farmakofor harus diterapkan pada semua obat?
2.      Apakah langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang obat baru?
3.    Bagaimanakah metode dalam farmakofor?
4.   Bagaimana konsep farmakofor? 


170 komentar:

  1. Jawaban no 1 kak, menurut saya fitur farmakofor perlu diterapkan pada semua obat karena ini berkaitan dengan respon biologis obat yang berikatan dengan reseptor kak😉.
    Thank's

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menambahkan, farmakofor memang sangat penting dalam desain obat karena dengan mengetahui farmakofor maka kita bisa mengatahui bagian aktif dari suatu obat yang akan berikatan dengan reseptor.

      Hapus
    2. Yap, terimakasih puti isnaini dan kak sri susilawati atas tanggapannya.

      Hapus
  2. Waw... Keren sekali artikelnya dan menarik untuk di baca.. Saya juga tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 2...
    langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang obat baru adalah mencari senyawa penuntun (lead compound).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik terimakasih jawabannya roza efdanika.. sangat membantu 🙂

      Hapus
  3. Wow bermanfaat sekali postingan nya..ilmu farmasi ternyata sangat kompleks ya... Berkat blog ini saya jadi tau kalo farmasi itu sangat detail ...
    Semoga penulis senantiasa diberikan kesempatan, keselamatan dan kesehatan agar bisa membuat lebih banyak lagi postingan yg bermanfaat seperti ini..

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat, mantap ini baru mahasiswa yang aktif dan bermutu ...

    BalasHapus
  5. Saya ingin bertanya, berkaitan dengan jawaban roza efdanika, bahwa langkah pertama untuk merancang obat adalah menentukan lead compound. Tolong jelaskan apa itu lead compound?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik saya akan mencoba menjawab pertanyaan kak saiko, lead compoud (senyawa penuntun) adalah senyawa yang digunakan sebagai pangkal tolak modifikasi molekul. Senyawa penuntun adalah senyawa yang dapat menimbulkan aktivitas biologis, seperti aksi terapeutik, aksi toksik, regulasi fisiologis, hormon, dan feromon, serta senyawa yang terlibat atau berpengaruh terhadap proses biokimia dan patologi pada hewan atau tumbuh-tumbuhan.
      Semoga membantu..

      Hapus
  6. Fitur farmakofor dibuat dengan mempertimbangkan model PLIF (Protein Ligand Interaction Features)..bisakah dijelaskan maksud PLIF itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan membantu menjawab pertanyaan saudara andri, PLIF (protein ligand interaction features) adalah sebuah analisis pada Program MOE (Molecular Operating Environment) yang menyediakan cara yang lebih cepat untuk menghasilkan sidik jari yang dapat digunakan untuk model pengikatan ligan dan protein dalam penentuan farmakofor

      Hapus
  7. Postinganya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang farmakofor.. Terima kasih kak informasinya. 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, sama sama.. terimakasih telah berkunjung ke blog saya 🙏🏻

      Hapus
  8. Dalam penentuan farmakofor, perangkat sejenis apakah yang dapat digunakan ? Apakah bisa menggunakan komputer pada umumnya? Atau ada alat khusus lainnya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menjawab pertanyaan akun dunia pendidikan (hefiza ifdoleni) , berdasarkan jurnal penelitian Tjahjono dan Hamzah (2013) dalam studi farmakofornya, dapat diketahui bahwa, dalam penentuan farmakofor dapat menggunakan perangkat keras komputer pada umumnya, sedangkan untuk perangkat lunaknya menggunakanMolecular Operating Environment (MOE )

      Hapus
    2. Terimakasih jawabannya . Berarti dapat saya simpulkan bahwa alat yang digunakan untuk penentuan farmakofor adalah perangkat komputer pada umumnya, yang dilengkapi dengan perangkat lunak program MOE.?

      Hapus
    3. Ya, benar sekali 😊 Sekedar informasi untuk akses program MOE , khusus untuk penelitian akademika biasanya gratis. 😊

      Hapus
  9. Apakah semua obat bisa ditentukan Farmakofor nya ? Terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyaannya, akan saya coba jawab. Semua obat memiliki aktivitas farmakofor sebagai akibat adanya antaraksi stereoelektronik dengan suatu reseptor. Makromolekul reseptor mengenali susunan gugus fungsi tertentu dalam ruang trimatra serta kerapatan elektronnya. Sehingga dengan demikian semua obat bisa ditentukan farmakofornya.. semoga membantu

      Hapus
  10. Assalamualaikum hay Hefiza
    Saya coba jawab soal nomor 4 yaa
    Menurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
    Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, disini saya akan menambahkan Farmakofor menggunakan konsep bioisoterisme dengan tidak hanya membandingkan kemiripan topologi tapi juga gugus struktur pada daerah yang sama dengan fungsi kimia yang sama. Sangat penting untuk fokus pada feature farmakofor karena sifat molekul topologi sering membingungkan pada superposisi dari dua molekul dengan respek pada mode pengikatannya. Untuk dua ligan yang ditampilkan overlay topologi akan menghasilkan prediksi yang salah pada metode pengikatan. Jika feature farmakofor diperhitungkan untuk superimposisi mode overlay yang benar dapat disimpulkan. Farmakofor yang berdasarkan superimposisi yang sama pada mode pengikatan diamatai pada struktur Kristal methotreksat dan dihidrofolat dengan dihidrofolatreduktase

      Hapus
    2. Oke terimakasih eugenia dan dyah...

      Hapus
  11. hello. selamat sore,yang saya ingin minta penjelasan tentang bagaimana fungsi farmakofor secara jelas?.
    mohon penjelasanya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hy hefiza , disini saya akan membatu menjawab pertanyaan dari saudari yesi, fungsi dari farmakofor adalah :
      - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
      - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
      - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
      - untuk merancang/design obat
      - untuk menemukan suatu obat baru

      Hapus
    2. terima kasih atas jawabannya. ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya

      Hapus
    3. Assalamu'alaikum fiza,
      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara yesi ,fungsi farmakope untuk dapat menentukan senyawa baru dan dapat memodifikasi senyawa yang akan menghasilkan senyawa barudan dapat dengan mudah senyawa tersebut diidentifikasi

      Hapus
  12. Saya coba jawab soal nomor 4 yaa
    Menurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
    Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..

    BalasHapus
  13. halo saya akan mencoba menjawab soal nomor satu.. fitur farmakopor harus diterapkan dalam mendisign obat. tujuannya agar mendapatkan efek terapi yang lebih efektive, meminimalisir efek samping dan toksisitas, dan agar obat dapat mecapat site target dengan tepat

    BalasHapus
  14. saya akan menjawab pertanyaan nomor 3 ya. Ada beberapa metode yang digunakan dalam studi farmakofor, yaitu Pengubah sesuaian struktur dan Perubahan fisikokimia seperti peragaman isoterik dan peragaman konformasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo hefiza saya akan menambahkan penjelasan dari saudari putri, ada beberapa metode dalam farmakofor, yakni,
      1. Pengubah-suaian struktur yang klasik sejak dini merupakan yang utama pada sintesis obat. Seperti ditekankan terdahulu pada beberapa butir bahasan, pengubahan struktur menurut istilah kimia organik hanyalah merupakan lambang untuk pengubahan sifat fisikokimia berbagai struktur.
      2. Perubahan fisikokimia
      Perubahan sifat fisikokimia pada suatu deret obat tentu saja terjadi sebagai akibat pengubah-suaian struktur: sudut pandangan kitalah yang berubah. Agak sukar mengubah hanya satu parameter dengan suatu pengubah-suaian struktur tertentu yang mungkin dikecualikan adalah kelipofilan, karena kelipofilan meningkat dengan penambahan gugus hidrokarbon lembam.

      Hapus
    2. terimakasih nurasela dan putr..

      Hapus
  15. Alhamdulillah postingan dari kak fiza sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya yang sebelumnya tidak mengetahui apa itu farmakofor. Saya ingin bertanya : fitur farmakofor ditentukan melalui tiga tahapan. Salah satunya penyempurnaan struktur query yang dapat di hit dengan konformasi senyawa-senyawa aktif. Bisakah kakak jelaskan lebih detail proses penyempurnaan struktur query tersebut?? Terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi kiki, terimakasih telah berkunjung ke blog saya, baik saya akan mencoba menjelaskan mengenai query farmakofor, pola query farmakofor adalah sebuah pola farmakofor yang dibuat secara komputasi dari model struktur tiga-dimensi (3D) molekul penuntun yaitu senyawa 43. Pola ini didasarkan pada model fisik dan mekanisme pengikatan, sehingga sensitif terhadap perubahan konformasi, pola farmakofor yang dihasilkan pada tahap query masih agak sulit dibaca dan tatanannya sedikit rancu, dengan demikian dilakukanlah penyempurnaan pola farmakofor query ini dengan penyelarasan pola. Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada gambar 3 (tampak pola farmakofor query) kemudian setelah disempurnakan dapat dilihat di gambar 4 (tampak bahwa pola menjadi lebih selaras dan teratur) semoga membantu

      Hapus
  16. Bermanfaat sekali informasinya kak. Saya ingin bertanya, apakah setiap orang bisa memproyeksikan fitur farmakofor? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih nisa.. menurut saya, tidak semua orang bisa menentukan farmakofor. Karena untuk memproyeksikan program MOE perlu adanya pengetahun mengenai kromofor dan struktur kimia.. semoga membantu

      Hapus
  17. Artikel yang sangat menarik dan membantu saya menambah wawasan mengenai farmakofor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik.. terimakasih telah membaca artikel saya 😊

      Hapus
  18. Hii fiza terimakasih sudah menulis dsni sya ingin bertanya Gugus apakah yang bertanggung jawab dalam pengikatan obat dengan reseptor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik, saya akan menjawab pertanyaan saudai bella, Gugus haptoforik adalah gugus yang membantu ikatan obat reseptor

      Hapus
  19. Hallo Hefiza saya sedikit ingin bertanya.Seberapa pentingkah penemuan dan pengembangan obat baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillahhirrohmanirrohim.
      Saya akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudari aurora, Penemuan dan pengembangan obat memiliki pengaruh yang penting dalam perawatan kesehatan masyarakat sebagai kebutuhan akan obat baru yang lebih efektif. Melalui generasi perkembangan dan perbaikan, komputer menjadi komponen yang penting dalam kehidupan modern. Teknologi canggih mempercepat perkembangan baru di berbagai disiplin ilmu ilmiah.

      Sekian. Terimakasih

      Hapus
    2. ya saya setuju dengan pendapat saudari ike, memang penemuan dan pengembangan obat baru sangat penting demi didapatkannya zat aktif dengan efektifitas yang baik, toksisitas yang rendah dan efek samping yang seminimal mungkin. Selain itu penemuan obat baru juga penting untuk memenuhi kebutuhan pengobatan penyakit penyakit baru yang belum ada obatnya.

      Hapus
  20. Hai hefiza..
    Postingan kamu bermanfaat banget loh saya jadi tau tentabg metode yang lebih cepat untuk mengidentifikasi senyawa dan yang dapat berikatan dg reseptor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ilmunya bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya 😊

      Hapus
  21. halo hefiza, postingan kamu sangat membantu yaa..
    oh iyaa, sebenarnya kelebihan dari metode RAPID itu apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ervidian, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yanh lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  22. Hai Fiza tulisan nya sama bermanfaat. Mau nanya dong apakah farmakopor dari bahan alam sama dengan lead compound nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya karina, sama ,yg penting dari bahan alam dimurnikan dulu, setelah diperoleh lead compound nya baru tahap selanjutnya sama seperti identifikasi farmakopor lainnya

      Hapus
  23. Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih saya ingin bertanya apa kelebihan dari metode rapid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah membaca artikel saya lexsa, baik saya akan menjawab pertanyaannya, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yang lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  24. artikelnya sangat bermanfaat sekali, saya sebagai pembaca suka dg artikel ini :)

    BalasHapus
  25. Haii hefiza, terimaksih ya telah memamparkan artikel tenyang RAPIDnya, karna membatu saya dalam menyelesaikan tgs kuliah.,
    Kalau boleh tau dri yg telah fiza paparkan, bagaimana sih kelebihan dan kerugian dri metode RAPID ini?
    Terimakasih, tolong di bantu jawab yaa:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hy mega, terimakasih telah membaca artikel saya. Untuk pertanyaannya saya rasa hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya dari saudari lexsa. Tapi akan saya paparkan ulang jawabannya, kelebihan metode rapid adalah Biaya penelitiannya yang lebih murah dan hanya memerlukan waktu yang singkat dalam meneliti atau mendesain obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  26. no 2
    1. Mencari senyawa penuntun (lead compound)
    2. Manipulasi molekul (modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3.Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara strktur-aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7.Evaluasi Klinik

    BalasHapus
  27. Hai hefiza, saya ingin bertanya apakah ada metode lain untuk mendesain obat baru?

    BalasHapus
  28. hay hefiza, artikel anda menarik sekali
    sya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2
    yang harus dilakukan pertama kali sebelum merancang obat baru adalah mengetahui terlebih dulu apakah sifat2 molekul tersebut dapat dirubah menjadi obat. karna tidak semua molekul dapat dirubah menjadi obat.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sindy disini saya rasa juga demikian, yakni tidak semua farmakofor dapat dijadikan sebagai obat baru..

      Hapus
  29. Hay heviza,,artikel nya sngat bermanfaat sekli,pemaparannya sngat mudah dimengerti

    BalasHapus
  30. Saya coba jawab soal nomor 4 yaa
    Menurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakaasih telahmambantu menjawab pertanyaan saya

      Hapus
  31. Baiklh saya menambahkan jawabn yaitu, farmakofor memanglh sangat penting dalam desain obat karena dengan itu kita dapat juga mengetahui farmakofor maka kita bisa juga akan mengetahui bagian2
    yng aktif dari suatu obat yang akan berikatan dengan reseptor-reseptor.

    BalasHapus
  32. hy hefiza saya telah membaca artikelny.. setelah saya baca ternyata perancangan obat sedetail itu ya.. tidak sesimpel yang saya kira.. terimakasih telah menambah wawasan saya ☺

    BalasHapus
  33. Hallo Hefiza.
    Artikelnya sangat bermanfaat.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  34. Terimakasih. Artikel nya sangat bermanfaat,dan sangat mudah di mengerti

    BalasHapus
  35. Wah keren
    Sangat membantu bagi kami mahasiswa semester awal dalam mengenal ilmu farmasi 😊

    BalasHapus
  36. Wah, artikelnya sangat bermanfaat kak 👍😘

    BalasHapus
  37. Artikelnya sangas mudam dimengerti 👍

    BalasHapus
  38. Hy hefiza, terimakasih, artikelnya menambah wawasan saya tentang desain obat baru.

    BalasHapus
  39. Artikelnya sangat bermanfaat kak👍

    BalasHapus
  40. Hy kak, artikel kaka menambah pengetahuan saya mengenai perancangan obat. Sangat bermanfaat bagi saya selaku mahasiswa farmasi.. terimakasih ☺

    BalasHapus
  41. Hay kakak, artikelnya bagus sekali dan sangat bermanfaat.terimakasih kak😊

    BalasHapus
  42. Artikel ini sangat membantu banget, terutama bagi kita anak farmasi, tapi disini ada hal yang belum saya pahami, bisa gaa kk dijelaskan kembali secara singkat tentang konsep farmakofor? Terimakasih

    BalasHapus
  43. Wah bermanfaat sekali artikelnya kak, sangat membantu saya sebagai mahasiswa. Terima kasih

    BalasHapus
  44. artikelnya sangat bermanfaat sekali kakak dan menambah pengetahuan saya tentang FARMAKOFOR,terimakasih :D

    BalasHapus
  45. Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat sekali kak 😊

    BalasHapus
  46. Hy hefiza, dari artikelnya dapat saya fahami bahwa ternyata dalam perancangan obat juga ada peran sistem komputerisasi ya.. saya selaku mahasiswa sistem informasi disini sangat tertarik dengan materi ini. Menambah wawasan saya. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap benar sekali tiwi, dengan sistem komputerisasi, kegiatan merancang desain obat dapat dipermudah..

      Hapus
  47. Artikel nya sangat bermanfaat sekali kak, terutama bagi anak farmasi, terimakasih ��

    BalasHapus
  48. Hay kak hefiza....ini sangat membantu dan ini sangat mudah dipahami terimakasih...

    BalasHapus
  49. Halo fizah. . .
    Artikelnya sangat bermanfaat lo dan mudah dimengerti. Terimakasih ya.

    BalasHapus
  50. Ini sangat bermanfaat sekali terimakasih hefiza

    BalasHapus
  51. Sangat bermanfaat informasinya, lanjutkan dan terima kasih.

    BalasHapus
  52. Terima kasih, blog ini sangat bermanfaat buat saya

    BalasHapus
  53. Trimakasih,, menjawab pertanyaan nomor 2...
    langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang obat baru adalah mencari senyawa penuntun (lead compound).

    BalasHapus
  54. Hai hefiza!!!
    Artikelnya sangat bagus dan sangat bermanfaat serta mudah untuk dipahami.

    Ditunggu artikel berikutnya

    Giant_77

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke insyaallah akan menyusul artikel saya yang lainnya terimakasihtelah berkunjung senang berbagi dengan anda

      Hapus
  55. Bagus sangat bermanfaat sekali postingan nya.... Berkat blog ini saya jadi tau kalau farmasi itu sangat detail dan sangat berguna ...
    Semoga penulis senantiasa diberikan kesempatan, keselamatan dan kesehatan agar bisa membuat lebih banyak lagi postingan yg bermanfaat....
    Aamiin....

    BalasHapus
  56. Terima kasih atas artikelmya kk, sangat bermamfaat 😊
    -amel

    BalasHapus
  57. Wow amazing,, artikel yg benar² membuka pikiran saya, sumpah beneran, gk rugi baca ni artikel

    BalasHapus
  58. Hy fiza...
    Wah. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza

    BalasHapus
  59. Hy fiza...
    Wah. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza

    BalasHapus
  60. Halo hefiza, artikel yang anda buat sangat bermanfaat sekali. Terima kasih

    BalasHapus
  61. Hy fiza...Wow.sangat bermanfaat sekali artikel ini fiza. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza.

    BalasHapus
  62. Hy fiza...Wow.sangat bermanfaat sekali artikel ini fiza. Saya sangat tertarik ni dengan artikel hefiza. Saya jadi mengerti bagaimana proses perancangan obat baru.. terimakasih fiza.

    BalasHapus
  63. Woww kerren kali ni kk.. sangat bermanfaat kali artikelnya.. Terima kasih kk fiza

    BalasHapus
  64. Artikel yang sangat bermanfaat, semoga penulis senantiasa diberi kemudahan untuk membuat artikel² positif dan bermanfaat lainnya

    BalasHapus
  65. Wahh, artikelnya sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan baru. .terimakasih dan semangat terus fiza untuk selalu memberikan informasi2 yang bermanfaat

    BalasHapus
  66. Artikel yang sangat bermanfaat.
    Saya jadi tau mengenai farmasi lebih lanjut

    BalasHapus
  67. terimakasih telah berbagi ilmu nya melalui blog ini, sngt membantu sy dlm menyelesaikan tugas, smg blog nya makin ramai dengan postingan yg bermanfaat. aminn

    BalasHapus
  68. Sukses selalu.tulisan yg bermanfaat utk referensi mendalami farmasi.

    BalasHapus
  69. Saya coba jawab soal nomor 4 yaa
    Menurut artikel yang saya baca Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.
    Sehingga konsep utama dari farmakofor yaitu untuk mengetahui ligan yang cocok untuk suatu protein atau pun reseptor dari obat khususnya..

    BalasHapus
  70. Terimakasih telah berbagi ilmunya fiza, ini sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  71. Hallo kakak. Saya sangat tertarik dengan perancangan obat baru. Artikel ini telah memberi saya pengetahuan tentang perancangan obat baru. Terimakasih

    BalasHapus
  72. Hi kak Hefiza.
    rtikelnya sangat bermanfaat. Terimakasih

    BalasHapus
  73. Terimakasih kak hafiza atas ilmunya. Semoga dapat menjadi referensi unt selanjutnya. Dan semoga bermanfaat bagi khalayak umum.

    BalasHapus
  74. Hi kakak. Saya tertarik dengan artikel ini. Karena disini saya bisa mendapatkan pengetahuan tentang struktur 3D kandidat obat. Terima kasih

    BalasHapus
  75. Halo hefiza saya akan menambahkan penjelasan dari saudari putri, ada beberapa metode dalam farmakofor, yakni,
    1. Pengubah-suaian struktur yang klasik sejak dini merupakan yang utama pada sintesis obat. Seperti ditekankan terdahulu pada beberapa butir bahasan, pengubahan struktur menurut istilah kimia organik hanyalah merupakan lambang untuk pengubahan sifat fisikokimia berbagai struktur.
    2. Perubahan fisikokimia
    Perubahan sifat fisikokimia pada suatu deret obat tentu saja terjadi sebagai akibat pengubah-suaian struktur: sudut pandangan kitalah yang berubah. Agak sukar mengubah hanya satu parameter dengan suatu pengubah-suaian struktur tertentu yang mungkin dikecualikan adalah kelipofilan, karena kelipofilan meningkat dengan penambahan gugus hidrokarbon lembam.

    BalasHapus
  76. Hello kak hefiza. Thanks for the article. Semoga bermanfaat buat yg membaca kak yaa. Gd luck😄

    BalasHapus