RAPID
Seiring
dengan berkembangnya teknologi hampir diseluruh dunia, masyarakatpun semakin
mudah mengembangkan ilmu pengetahuan. Bioinformatika adalah disiplin ilmu yang
menerapkan teknik komputasi untuk memecahkan masalah keilmuan seperti kimia,
farmasi, biologi , kedokteran dan lain lain. Salah satu pemanfaatan teknologi
adalah pengaplikasian desain kandidat molekul obat (drug design) dengan metode RAPID (Randomized Pharmacophore Identification
for drug Design) (Syahputra, 2015).
FARMAKOFOR
Farmakofor
menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan terjadinya interaksi molekuler optimal
dengan struktur target
biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat
respon biologis (Mannhold, et al. 2006).
Fitur farmakofor dibuat dengan mempertimbangkan model
PLIF (Protein Ligand Interaction Features).Sidik jari interaksi protein
dengan ligan dibuat dengan menggunakan
4 struktur protein yang diunduh dari situs
RSCB PDB. Seluruh struktur kemudian dibuka pada
Jendela MOE dan disejajarkan sehingga rantai yang memiliki struktur yang sama yang akan bergerak bersama-sama sebagai satu unit. Dengan
cara ini kompleks protein-ligan dapat
disejajarkan. File kemudian
disimpan sebagai database dan dilakukan analisis
PLIF.
TUJUAN FARMAKOFOR
untuk
menjelaskan struktur 3D kandidat obat menggunakan
senyawa turunannya yang penting
untuk pengikatan dengan reseptor dengan menghasilkan
farmakofor dan untuk mengukur fitur yang
penting untuk aktivitas biologis
dengan melihat residu
asam amino yang berperan
pada pengikatan. Untuk penyusunan farmakofor
menggunakan Pharmacophore Query Editor
dan Protein-Ligand Interaction Fingerprint pada Program MOE. Farmakofor hipotetik yang dihasilkan juga akan menjelaskan pengikatan ligan dalam situs pengikatan atau katalitik
dari reseptor.
Fitur farmakofor ditentukan melalui tiga tahapan yaitu :
1. membuat database konformasi dengan menggunakan satu set senyawa yang telah dioptimasi.2. membuatQuery pharmacophore dengan memilih titik anotasi berdasarkan pengikatan ligan protein yang hasil analisis PLIF,
3. kemudian penyempurnaan struktur Query yang dapat hit dengan konformasi senyawa senyawa aktif.
Pola
query farmakofor dibuat secara komputasi dari model struktur tiga-dimensi (3D) molekul
penuntun yaitu senyawa
43. Pola ini didasarkan pada model fisik dan mekanisme pengikatan, sehingga sensitif terhadap perubahan konformasi. Hasil yang lebih
baik dapat diperoleh bila didukung oleh data
kristal atau NMR structural
(Xu and Hagler, 2002).
hai hefiza artikel nya sangat bermafaat
BalasHapusya terimakasih kak
HapusHai hefiza, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikel yang sangat bermanfaat. Terimakasih :)
BalasHapusterimakasih telah berkunjung
HapusHay hefiza artikelnya berguna sekali
BalasHapusterimakasih irma
HapusHai hefiza artikelnya sangat membantu dan bermanfaat
BalasHapusterimakasih fitri
Hapushy hefiza artikel anda sangat membantu saya
BalasHapusterimakasih
terimakasih cindy
HapusArtikel yang baik, semoga brmnfaat buat pembacaaa nya :)
BalasHapusterimakasih rizka
HapusArtikel yang baik, semoga brmnfaat buat pembacaaa nya :)
BalasHapusTerimakasih
HapusHaii heviza, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
BalasHapusTerimaksih yaa
Terimakasih telah berkunjung
Hapussangat bermanfaat sekali..
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusMaterinya sangat di pahami dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih , senang berbagi
Hapuspemaparan materi yg mudah di pahamin, Terimaksih ya
BalasHapusTerimakasih, senang berbagii dengan kaka
BalasHapus