Tidur
Tidur adalah
sebuah hal yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh setelah beraktivitas
seharian. Tidur sebenarnya bukan hanya istirahat untuk fisik, tapi juga
istirahat untuk mental dan fikiran. Dengan demikian Istirahat yang cukup akan
sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh.
Selain
sebagai kesempatan untuk beristirahat, tidur juga membantu meningkatkan daya
tahan tubuh, memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga kesehatan kulit wajah. Untuk
itu idealnya kita harus tidur minimal 6-8 jam dalam sehari sebab kurang tidur
berisiko mengganggu kesehatan (Wirawan, 2017).
Kurang Tidur?
Insomnia adalah suatu istilah untuk keadaan seseorang
yang mengalami susah tidur atau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kebiasaan
susah tidur biasa disebut dengan begadang. Insomnia biasanya disebabkan oleh
beberapa factor seperti karena hormone, obat obatan, kejiwaan atau karena
kebiasaan. Insomnia dapat memangkas kesempatan bagi kulit wajah untuk
beregenerasi dan beristirahat. Sehingga beresiko menurunkan kesehatan kulit
wajah.
Apa bahaya insomnia bagi kecantikan wajah?
Berdasarkan
penelitian Syamsoedin et al (2015), dari 62 orang responden yang mengalami
insomnia, memperlihatkan tanda dan gejala berkurangnya kesehatan wajah,yaitu :
1.
Timbulnya kantung mata
2.
Bayangan gelap dibawah mata
3.
Kulit kusam
4.
Jerawat
5.
Penuaan dini
6.
Kulit kendur
Bagaimana cara mengatasi insomnia?
Ada beberapa tips yang dapat
dilakukan untuk mengurangi gangguan insomnia yaitu :
1.
Berolahraga teratur
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa olahraga
teratur dapat mengatasi masalah tidur. Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi
hari bukan menjelang tidur. Dengan olahraga, kesehatan akan menjadi lebih
optimal dan stress lebih baik (Syamsoedin et al, 2015).
2.
Hindari makan dan minum terlalu
banyak menjelang tidur
Terlalu banyak makan dan minum akan memicu kita
untuk buang air besar ataupun buang air kecil sehingga kenyamanan tidur akan
terganggu (Pieter et al, 2011).
3.
Tidurlah dilingkungan yang nyaman
Matikan lampu atau gunakan lampu yang redup dan
matikan benda benda bersuara yang dapat mengganggu tidur (Pieter et al, 2011).
4.
Hindari asupan yang bersifat membuat
kita terjaga
Adapun asupan yang dimaksud adalah seperti kopi
dan teh yang mana keduanya mengandung senyawa kafein yang dapat menghambat
kerja reseptor adenosine. Adenosin adalah sebuah senyawa dalam tubuh yang
membuat kita mengantuk. Dengan demikian bila kerja adenosine dihambat maka kita
akan terhindari dari rasa kantuk (Matizih,2004).
5.
Berhentilah memainkan ponsel atau gadget
lainnya sebelum tidur
Hasil penelitian MIT School of Management
menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu penggunaan media sosial melalui
computer, laptop, tablet, dan ponsel cenderung semakin mengganggu pengaturan
hormone alami manusia untuk tidur yang disebut hormone melatonin sehingga
menyebabkan semakin tingginya kejadian insomnia (Sarwono,2012)
DAFTAR PUSTAKA
Matizih.
2004. Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya.
Jakarta : Gramedia.
Pieter,Z.H.,
Janiwarti,B dan saragih,M. 2011. Pengantar
Psikopatologi Untuk Keperawatan.
Jakarta : Kencana.
Sarwono, S.W.
2012. Psikologi Remaja. Jakarta :
Raja Grafindo Persada.
Syamsoedin,
P.K.W., Bidjuni, H dan Wowling, F. 2015. Hubungan Durasi Penggunaan Media
Sosial dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di SMA Negeri 9 Manado. Jurnal keperawatan. Vol : 3 (1).
Wirawan,
C.M. 2017. Berbagi Tips Hidup Sehat
dengan Cara Sederhana. Jakarta : Noura e-lite.

